![]() |
Cak Jahlun Jalan-jalan |
Blog Archive
-
▼
2017
(45)
-
▼
9 Juli - 16 Juli
(23)
- Hukum Mufaraqah dari Sholat Jumat
- Hukum Jual Beli dengan Sistem Kredit?
- Ini Hukum Kesenian Kuda Lumping Oleh : Ustadz Yusu...
- Keistimewaan Bulan Berkah Oleh : KH. Fauzan Kemal...
- Hati dan Pemimpin yang Baik Oleh : KH. Fahmi Amrul...
- Unhasy Resmikan Program Posdaya Berbasis Masjid
- Prof. Haris Supratno: KKNT Unhasy Juga Bawa Nama P...
- 5 Keuntungan yang Hanya Bisa Didapat di Pesantren
- Cak Jahlun Banjir
- Cak Jahlun Jalan-jalan
- KH. Irfan Sholeh Sampaikan 3 Ciri Hidup Bahagia pa...
- Profil SMA Abdul Wahid Hasyim Tebuireng
- Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng 2017 – 2018
- Kuliah Umum Prof. Dr. Muhammad D. Al Amri , Ilmuwa...
- PROFIL SMA TRENSAINS TEBUIRENG (PESANTREN SAINS)
- Mengedarkan Kotak Amal Saat Khutbah Berlangsung
- Pada Sebuah Asa
- Tetesan Barokah Cak Jahlun
- KPID: Saatnya Dai Pesantren Belajar Tampil ‘Keren’
- Dasar Keutamaan Ibadah Oleh: Drs. KH. Junaedi Hidayat
- Muslim yang Belum Islami Oleh KH. A. Musta’in Syaf...
- Dukung KPK Lawan Pansus Angket, Tokoh Lintas Agama...
- Lulusan Perdana SMA Trensains Tebuireng Berhasil T...
- ► 2 Juli - 9 Juli (15)
- ► 25 Juni - 2 Juli (7)
-
▼
9 Juli - 16 Juli
(23)
-
►
2016
(11)
- ► 29 Mei - 5 Juni (3)
-
►
2015
(209)
- ► 26 Juli - 2 Agustus (1)
- ► 12 Juli - 19 Juli (27)
- ► 5 Juli - 12 Juli (10)
- ► 7 Juni - 14 Juni (1)
- ► 24 Mei - 31 Mei (11)
- ► 17 Mei - 24 Mei (20)
- ► 10 Mei - 17 Mei (14)
- ► 3 Mei - 10 Mei (5)
- ► 19 April - 26 April (37)
- ► 12 April - 19 April (34)
Cari Blog Ini
Label
Mengenai Saya
Humor, Terkini
Banjir
![]() |
Humor, Terkini
Cak Jahlun Jalan-jalan
Humor, Terkini
Tetesan Barokah
![]() |
Humor, Terkini
Sepulang sekolah terlihat 4 (empat) orang santri sedang terlibat perbincangan yang kayaknya agak serius. Mereka adalah Paijo, Gombloh, Badrun, dan tentu saja Cak Jahlun. Ternyata mereka sedang membanggakan ayah mereka masing-masing.
Humor
Selain nyantri, Cak jahlun juga nyambi jualan krupuk di pesantren putri. “Itung-itung nambah penghasilan”, pikirnya.
Suatu hari ia putus asa karena hingga sore hari dagangannya tidak laku. Untuk menarik perhatian para santriwati dan para ustadzah, Cak Jahlun mulai bertingkah.
“Tolong… Tolong…,” teriak Cak Jahlun. Ning Minah yang kebetulan lewat lansung menghentikan langkahnya. “Ada apa Cak..?” Ning Minah berusaha menghampiri Cak Jahlun.
“Ini ada krupuk rambak, krupuk uyel, krupuk upil: renyah dan gurih, tolong dibeli,” tawar Cak Jahlun. “Ooooo… Dasar upilmu renyah kayak krupuk,” maki Ning Minah.
sumber : tebuireng.org
Humor
Suatu hari Cak Jahlun menjadi Lasykar Jamaah. Tugasnya adalah mengatur barisan sholat berjamaah, menegur santri yang tidur ketika wiridan, dan memberikan sanksi bagi santri yang telat dan tidak berbaju putih. Ketika sedang menjalankan tugasnya, mata Cak Jahlun tertuju pada santri yang berbaju kotak-kotak di tengah masjid. Dihampirinya santri tersebut. Dengan suara agak dibuat lebih garang ia berkata: “Hei ayo berdiri..” namun si santri yang dituju tidak bergeming dari tempat duduknya. Sekali lagi Cak Jahlun berkata: “Hei kamu yang berbaju kotak-kotak cepet berdiri..” Lagi-lagi ucapan Cak Jahlun tidak dihiraukan. Tampaknya si santri yang dituju tampak khusyuk wiridan. Melihat hal itu Cak Jahlun menjadi agak emosi. Dijewernya si santri berbaju kotak tersebut dan menariknya hingga berdiri. Setelah si santri tersebut berdiri alangkah kagetnya Cak Jahlun ternyata si santri tersebut postur tubuhnya lebih tinggi darinya. Belum hilang kaget Cak Jahlun, tiba-tiba tulang sendi Cak Jahlun menjadi kaku karena ternyata si santri yang ia jewer dan berdiri di hadapannya itu tak lain gurunya sendiri, USTAD HALIM…….. (F@R)





