, ,

    Unhasy Resmikan Program Posdaya Berbasis Masjid


    posdayaGus Sholah : Unhasy Resmikan Program Posdaya Berbasis Masjid

    Gus Sholah : Unhasy Resmikan Program Posdaya Berbasis Masjid

    Kamis (26/05/2016), Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng meresmikan program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) berbasis masjid di Masjid Ulul Albab Tebuireng. Acara ini dihairi oleh  Rektor Unhasy dan Pengasuh Pesantren Tebuireng Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) segenap dosen Unhasy, dzuriyah Tebuireng, dan Ketua Posdaya wilayah Jawa Timur, DR. Hj. Mufidah, MA.
    “Harapannya, disamping kita kembangkan secara domestik, kita juga akan mengarahkan perkembangan ke Asia,” DR. Miftahur Rachim Syarkun dalam sambutannya mewakili Unhasy. Masjid Ulul Albab didirikan pada tahun 1999 dalam rangka satu abad Pesantren Tebuireng.
    Gus Sholah sangat mengapresiasi langkah strategis ini. “Langkah yang sederhana ini mempunyai makna yang besar untuk ke depannya. Saya mendorong kawan-kawan mahasiswa untuk aktif dalam Posdaya. Karena ini merupakan tempat untuk kita belajar. Supaya ketika supaya jangan menjadi barisan pencari kerja. Tapi jadilah barisan yang aktif dalam kegiatan pengabdian di masyarakat,” jelas Gus Sholah.
    Beliau juga mengatakan bahwasudah terlalu banyak politisi di Indonesia, bahkan jumlahnya bisa dikatakan mengalami inflasi. Menurut beliau yang masih kurang adalah pengembangan wirausaha di kalangan mahasiswa. Beliau meminta agar para dosen membimbing mahasiswa yang mempunyai kemampuan dan kemauan di dalam kegiatan Posdaya.
    Ketua Posdaya Jatim mengatakan, di dalam posdaya ini mahasiswa dilatih untuk berkomunikasi dan berorganisasi, karena kedepannya pemimpin yang dibutuhkan Indonesia adalah pemimpin yang bisa bekerja, bukan pemimpin yang hanya bisa berpidato. Modal yang dibutuhkan dalam Posdaya adalah modal sosial, gotong royong, keikhlasan, kejujuran, dan kedisiplinan.
    “Kami tidak berangkat dari masalah sosial, tapi dari kemampuan yang dimiliki di dalam masyarakat,” DR. Hj. Mufidah, MA. Posdaya didirikan pada tahun 2010, dan mulai menggandeng mahasiswa sejak tahun 2011 yang dicetuskan oleh Bapak Haryono, mantan Menteri Kesra dan Ketua BKKBN. “Semoga kita semua mampu memakmurkan masjid dan memberdayakan umat”, harap Hj. Mufidah.

    , ,

    Prof. Haris Supratno: KKNT Unhasy Juga Bawa Nama Pesantren Tebuireng

    Wakil Rektor I Unhasy Prof. Dr. Haris Supratno menyampaikan sambutan dalam pembukaan pembekalan KKNT Unhasy di Auditorium Unhays pada Senin (10/07/2017).
    Wakil Rektor I Unhasy Prof. Dr. Haris Supratno menyampaikan sambutan dalam pembukaan pembekalan KKNT Unhasy di Auditorium Unhays pada Senin (10/07/2017).
    Dalam rangka memberikan bekal yang cukup bagi para mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) pada 22 Juli-22 Agustus 2017, Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng melaksanakan pembekalan pada Senin-Rabu (10-12/07/2017). Pembekalan yang harus diikuti oleh mahasiswa peserta KKNT ini, dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Unhasy Prof. Dr. H. Haris Supratno pada Senin (10/07/2017) di Auditorium Gedung Rektorat.
    Selain itu tampak hadir Wakil Rektor II Unhasy, Drs. Mukhsin, Ks., Camat Kudu Shalahuddin Hadi dan perwakilan KUA Kecamatan Kudu, Muhammad Zainul Fanani, seluruh dekan fakultas di Unhasy, dosen pembimbing beserta SC, dan staff LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat),
    Prof. Haris dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa Unhasy dalam KKNT ini tidak hanya berangkat atas nama kampus saja, melainkan juga membawa nama Pesantren Tebuireng. Sehingga beliau berharap mahasiswa menjalankan program KKNT ini mampu menjaga moral sebagai manusia yang berpendidikan. Menurut beliau KKNT tahun ini bersistem Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) berbasis masjid.
    “Sikap, perilaku anda dan tutur kata anda dinilai oleh masyarakat, sehingga tolong tetap mejaga sikap moral anda, apalagi anda membawa nama Pesantren Tebuireng yang mana telah terkenal baik nasional dan internasional,” ujar mantan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.
    Selanjutnya, beliau juga menyampaikan bahwa sebelumnya KKNT tahun ini sebenarnya akan diadakan di Kecamatan Ngusikan. Namun, karena telah ditempati peserta KKNT dari kampus lainnya, maka Unhasy mengalihkannya ke daerah lain, yaitu Kecamatan Kudu.
    “Dalam kelompok kekompakan itu penting, semisal setiap kelompok ada mahasiswa dari fakultas keagamaan bukan berarti dari fakultas umum harus lepas tanggung jawab dalam bidang keagamaan karena anda juga ada di lingkup perguruan tinggi yang berbasis pesantren,” pesan beliau.
    Selain itu, beliau juga memaparkan bahwa setiap program yang nanti diajukan juga perlu kiranya diselesaikan supaya tidak mempunyai tanggungan di kemudian hari. “Kalau perlu laporannya juga bisa sekalian dicicil, supaya ketika kembali ke kampus anda tinggal menyetorkan laporannya yang disertai dokumentasi nya,” tambah beliau.

    ,

    Beasiswa Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng 2017 – 2018

    .
    PENDAFTARAN BEASISWA MA’HAD ALY HASYIM ASY’ARI PESANTREN TEBUIRENG 2017-2018
    .
    A. PENGEMBANGAN INSTITUSIONAL
    IMG_4969
    Ma’had Aly merupakan perguruan tinggi keagamaan islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama islam (Tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Ma’had Aly juga merupakan pendidikan lanjutan dari pendidikan diniyah formal yang setara dengan tingkat sarjana S1. Tujuan dibentuk pendidikan Ma’had Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning. Oleh Karena itu untuk membangun keunggulan dengan integritas akademik yang tinggi, maka setiap Ma’had Aly hanya diberikan izin penyelenggaraan untuk satu Program Studi yang mana akan dikembangkan menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan ke-pesantrenan secara sekaligus. Dalam hal ini, Kementerian Agama hanya memberikan kewenangan kepada 13 Ma’had Aly untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. Salah satu dari 13 Ma’had Aly yang mendapatkan kewenangan tersebut adalah Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.
    Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari didirikan dan diresmikan oleh pengasuh Pesantren Tebuireng, (Almaghfurlah) KH. Muhammad Yusuf Hasyim dan Dr. Hc. KH. Ir. Salahuddin Wahid pada tanggal 6 September 2006 yang bertepatan dengan tanggal 12 Sya’ban 1427 H. 
    Sejak awal pendirian hingga tahun 2015, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari menyelenggarakan satu Program Studi Fiqh wa Ushul al-Fiqh yaitu menitikberatkan pada kajian fiqh dan ushul fiqh. Bertepatan pada tanggal 30 Mei 2016 , Ma’had Aly Hasyim Asy’ari telah menerima SK Izin Pendirian dan No. Statistik dari Menteri Agama yang diserahkan bersamaan dengan acara wisuda ke -3 mahasantri. Atas dasar SK tersebut, sejak tahun akademik 2016 – 2017 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari tidak lagi menyelenggarakan Program Studi Fiqh wa Ushul al-Fiqh, akan tetapi Ma’had Aly Hasyim Asy’ari diberikan kewenangan hanya untuk menyelenggarakan satu program takhasus Hadits dan Ilmu Hadits strata 1(S1). Kehadiran SK tersebut sekaligus memastikan legalitas Ma’had Aly dalam sistem pendidikan nasional yang setara dengan lembaga pendidikan tinggi agama dan umum baik dalam pengakuan, status, lulusan maupun perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan dan pengembangannya.
    VISI DAN MISI
    1. VISI :
    Unggul dalam mengusai tradisi ulama salafus-saleh baik di bidang ilmiah maupun amaliah serta lahirnya generasi penerus Islam yang khairu ummah, tafaqquh fi ad-diin
    2. MISI :
    a. Menyelenggarakan studi agama secara mendalam  menyeluruh melalui sistem perpaduan pendidikan pondok pesantren dan perguruan tinggi.
    b. Mempersiapkan kaderisasi ahli hadits yang dapat mewarisi dan mengembangkan tradisi ilmiah dan amaliah sesuai tuntutan zaman.
    .
    B. PROGRAM STUDI
    Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng semenjak berdiri hingga sekarang ini menyelenggarakan satu (1) program studi Al -Hadits Wa Ulumuhu (Hadits dan Ilmu Hadits). Program studi ini bertujuan;
    1. Membentuk sarjana Islam yang berkompeten dalam  ilmu Agama Islam, ahli dalam menggali serta mengembangkan nilai-nilai khasanah keislaman, terampil menerjemahkan dan berkomunikasi dalam bahasa Arab dan Inggris.
    2. Mengkondisikan mahasiswa dalam suasana belajar yang dapat melahirkan ulama’ yang mampu memecahkan masalah-masalah keagamaan secara tepat sesuai dengan perkembangan zaman.
    3. Menanamkan sikap dan kemampuan mahasiswa agar memiliki sifat saleh (Akhlaq al-Karimah) dan kepakaran (Ulum an-Nafi’ah)
    .
    C. KURIKULUM
    Kurikulum Ma’had Aly disusun sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu mengkaji bidang studi Agama Islam dengan program kekhususan ilmu yang terbagi dalam 3 muatan kurikulum, yaitu:
    1. Unsur yang membangun kemampuan dasar keilmuan Islam yang tercermin dalam Mata Kuliah Dasar (MKD)
    2. Unsur yang berfungsi untuk membangun kemampuan metodologis dan ketajaman analisis problematika keislaman, pengembangan keilmuan islam, yang tercermin dalam Mata Kuliah Utama (MKU)
    3. Unsur yang berfungsi untuk memperkaya, melengkapai, memperlancar dan memantapkan potensi yang tercermin dalam Mata Kuliah Pendukung (MKP).
    .
    D. DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN
    Untuk mendukung tercapainya kualitas lulusan, mahasiswa dibina secara terpadu oleh musyrif di asrama yang siap membantu mengembangkan bakat, minat serta kreatifitas mahasiswa. Adapun proses belajar mengajar seluruhnya disampaikan dengan mengunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dengan klasifikasi program belajar sebagai berikut :
    1. Dirasah Yaumiyyah disampaikan dengan metode :
    a. Ceramah dan dialog interaktif
    b Pengajian model bandongan dan sorogan
    c. Studi kepustakaan literatur klasik keagamaan
    d. Tadris wa at-ta’lim
    e. Muhadatsah / Muhawaroh
    f. Penugasan penulisan ilmiah
    2. Kegiatan extra
    a. Mudzakaroh / kajian mendalam terhadap kitab-kitab tertentu untuk penguasaan bidang studi dengan bimbingan dosen bidang studi
    b. Masa’il Fiqhiyyah, Maudlu’iyyah dan Waqi’iyyah
    c. Bahtsul Masail
    d. Resimen Mahasiswa (MENWA)
    e. Penerbitan
    .
    E. DOSEN PENGAMPU
    Dosen Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari PP. Tebuireng  adalah lulusan S-2, S-3, dan Guru Besar. Sebagian adalah lulusan dari perguruan tinggi luar negeri, seperti: Jami’ah Al-Azhar Kairo Mesir, Umm al-Qurro University Makkah Al-Mukarromah, Jami’ah Islamiyyah Madinah, Jami’ah Imam bin Saud al-Islamiyyah, serta Capetown South Africa. Sebagian lagi dari dalam negeri, seperti, IAIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, LIPIA Jakarta dan lain-lain.
    NoNamaKualifikasi PendidikanUniversitas
    1Prof. Dr. HM. Djamaluddin Miri, Lc. MA.S – 3UIN Syahid Jakarta
    2KH. Nur Hannan, Lc. M.HI.S – 2UNHASY Tebuireng
    3KH. A. Syakir Ridwan, Lc. M.HI.S – 2UNHASY Tebuireng
    4Drs. KH. M. Mutoharun Afif, Lc. M.HI.S – 2UNHASY Tebuireng
    5KH. Lutfi Sahal, Lc.S – 1Univ. Islam Madinah
    6Dr. KH. M. Farid Zaini, Lc. M.HI.S – 3UIN SAS
    7Dr. H. Ahmad Syakur, Lc. M.Ei.S – 3UIN SAS
    8H. Najib Junaidi, Lc.S – 1LIPIA Jakarta
    9Zainu Ridlo, S.Pd. M.PdI.S – 2UNHASY Tebuireng
    10H. Abdus Salam Masykur, Lc. MA.S – 2Univ. Negeri Jogjakarta
    11Dr. Ahmad Sholihuddin, M.Pd. MA.S – 3UIN Malang
    12H. M. Makmuri Abd Shomad, M.HI.S – 2UNHASY Tebuireng
    13Drs. H. Muhsin Ks., M.Ag.S – 2UIN SUKA
    14Agus Mustofa, M.PdI.S – 2UNHASY Tebuireng
    15H. Ahmad Kholisudin, Lc. M.HI.S – 2UIN SAS
    16Dr. H. Masyhur, Lc. M.PdI.S – 3UIN SAS
    17Dr. H. Agus Afandi, M.Pd.S – 3UIN SAS
    18H. Ahmad Roziqi, Lc. M.HI.S – 2Univ. Darul Ulum
    19Dr. KH. A. Musta’in Syafi’iS – 3UIN SAS
    20Dr. H. Jamaluddin A. Kholik, Lc. MA.S – 3Univ. Al-Azhar Cairo
    21KH. Habib AhmadKyai Khos Pesantren Tebuireng
    22Drs. KH. Taufiq RohmanKyai Khos Pesantren Tebuireng
    FSYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
    1.Syarat Umum dan Akademik
    ü Laki-laki dan perempuan, belum menikah
    ü Semua lulusan MA / SLTA Negeri atau swasta yang berijazah negara.
    ü Memiliki kemampuan dasar Bahasa Arab secara aktif, mampu membaca kitab kuning, dan dapat membaca al-Qur’an dengan lancar.
    2.Syarat Administrasi
    a. Membayar biaya pendaftaran Rp. 200.000,- (untuk formulir dan ujian seleksi masuk)
    b. melampirkan surat rekomendasi dari Pengasuh Pesantren asal
    c. Menyerahkan 2 (dua) lembar fotokopi Ijasah  Madrasah Aliyah / SMA/SMK atau yang sederajat dan transkip nilai yang telah dilegalisir masing-masing sebanyak 2 lembar
    d. Mengisi surat pernyataan tidak akan menikah sebelum menyelesaikan studi.
    e. Mengisi surat pernyataan bersedia mengabdi selama 1 (satu) tahun di lembaga yang ditentukan oleh Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan Pesantren Tebuireng.
    f. Menyerahkan Foto copy identitas diri (KTP/KTS) 2 lembar
    g. Mengisi formulir pendaftaran di kantor Ma’had ‘Aly.
    h. Menyerahkan Pas Foto ukuran 3 x 4 dan 4 x 6 masing-masing sebanya 4 (empat) lembar hitam putih / berwarna
    i. Penyerahan berkas pendaftaran dimasukkan kedalam Stop Map:
    ü Warna Hijau                : Madrasah Aliyah
    ü Warna Kuning             : SMU / Sekolah Kejuruan
    j. Pendaftaran juga bisa dilakukan secara online dengan cara sebagai berikut :
    • Download Form berikut ini : formulir-2017dan surat-pernyataan-kesediaan-mengikuti-kuliah-2017
    • Print dan isi form tersebut dengan tulisan tangan, lalu scan dan kirimkan ke email ma’had aly : mahadaly@yahoo.co.id
    • simpan dan lampirkan form tersebut bersama berkas persyaratan yang lain, lalu bawa dan serahkan ke kantor ma’had aly sehari sebelum seleksi dilaksanakan.
    • bagi pendaftar yang tidak menyerahkan semua berkas persyaratan pada hari yang ditentukan, maka dianggap mengundurkan diri.
    .
    G. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
    Untuk Tahun Akademik 2017-2018 Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari membuka pendaftaran mahasiswa baru dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Waktu Pendaftaran

    Gel


    Pendaftaran

    Seleksi

    Pengumuman

    Her Registrasi
    I
    11 Februari – 20 April 2017
    22 – 23 April 2017
    Pukul 14.00 sd selesai
    26 April 2017
    26 – 27 April 2017
    II
    29 April – 18 Mei 2017
    20 – 21 Mei 2017
    Pukul 14.00 sd selesai
    24 Mei 2017
    24 – 25 Mei 2017

    Seleksi dilaksanakan di kampus Ma’had Aly Hasyim Asy’ari
    Catatan:
    • Hari Jum’at tutup.
    • Jadwal diatas dapat berubah sesuai keputusan terbaru
    2.Tempat Pendaftaran:
    a. Kantor MA’HAD ‘ALY HASYIM ASY’ARI TEBUIRENG Jl. Irian Jaya no. 10 PP. Tebuireng Jombang E-mail: info.mahadaly@yahoo.co.id
    b. Panitia Penerimaan, No Telp:
    H. Nur Hannan, Lc. M.HI.  telp 0821 4120 4922 / 0857 3087 5537
    M. Hamsa Fauris, SA. S.Pd.I.  telp. 0857 5500 0615 / 0812 5229 8506
    M. Anang Firdaus, SA. S.PdI.  telp. 0856 4555 7060
    Bambang Tetuko P. H, SA. S.Sy telp. 0857 8532 9919
    c.  Informasi Asrama Mahasiswa
    H. Lutfi Sahal, Lc. phone 0856 3011 567
    3. pendaftaran online

    H. PELAKSANAAN  TES
    1. Materi tes
                  1. Tes Tulis
    a.  Pengetahuan Agama Islam (PAI)
    b.  Bahasa Arab (BA). dengan muatan:
    1).  Muhadatsah
    2). Qiro’ah
    3). Nahwu dan shorf
    2.  Tes Lisan
    a.  Membaca Kitab Fath al-Qorib (bab Toharoh, sholat, zakat, siyam dan haji)
    b.  Baca al-Qur’an
    2. Tempat Tes
    Tes akan dilaksanakan di Kampus Baru Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari Lt. 1
    3. Kegiatan perkuliahan bagi yang dinyatakan lulus lulus akan dimulai pada hari Ahad tanggal 16 Juli 2017
    .
    I. BEASISWA BAGI YANG BERPRESTASI
    1. Diberikan beasiswa untuk 35 mahasantri putra dan 25 mahasantri putri. Bagi 60 mahasantri tersebut dibebaskan dari  biaya kuliah, uang gedung dan  asrama.
    2. Selama masa studi mahasiswa harus tinggal di asrama Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.
    .
    J. IJASAH S-1 (STRATA 1)
    Bagi lulusan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari akan diberikan ijasah dari Kemenag RI dengan menyandang gelar S.Ag (Sarjana Agama)
    .
    K. SARANA DAN FASILITAS
    Untuk menunjang keberhasilan program studi di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Pondok Pesantren Tebuireng menyediakan :
    1. Asrama mahasiswa
    2. Gedung yang representatif
    3. Buku-buku koleksi perpustakaan
    4. Wi Fi di lingkungan kampus

    ,

    Kuliah Umum Prof. Dr. Muhammad D. Al Amri , Ilmuwan Muslim Jadi Ispirasi Santri Trensains Tebuireng

    Prof. Amri sedang memberikan kuliah umum
    Prof. Amri sedang memberikan kuliah umum
    Ratusan santri bersama asatidz, mudhir bidang pendidikan, dan perwakilan pengawas Pesantren Tebuireng kemarin (31/08/2016) mengikuti kuliah umum yang diberikan oleh Prof. Dr. Muhammad D. Al Amri dari King Abdul Aziz City for Tecnology and Science  Saudi Arabia.
    Dalam acara tersebut turut hadir pula KH. Agus Purwanto, D.Sc, pendiri Trensains beserta rombongan, salah satu anggota rombongan yaitu Dr. Bintoro AS. yang sekaligus murid Kyai Agus bertindak sebagai moderator kuliah umum.
    Kuliah umum dengan tema “ Quantum Cryptography in Islamic Countries” tersebut serentak menjadi perhatian asatidz dan santri Pesantren Tebuireng 2 (Trensains), pasalnya dalam acara tersebut sang ilmuwan mengungkapkan bahwa konsep Cryptogarphysebetulnya pertama kali digagas oleh ilmuwan muslim bukan ilmuwan barat. Beliau adalah Abu Yusuf Ya'kub Al-Kindi yang dikenal sebagai filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam, Nasabnya sampai pada Qahthan berdarah Arab asli. Semasa hidupnya, selain bisa berbahasa Arab, ia mahir berbahasa Yunani. Dia juga salah seorang ilmuwan besar muslim dalam bidang kedokteran dan pemilik salah satu pemikiran terbesar yang dikenal sepanjang peradaban manusia.
    Prof. Amri sedang memberikan kuliah umum
    Prof. Amri sedang memberikan kuliah umum
    Sang ilmuwan juga mengungkap tentang kehebatan para ilmuwan muslim pada zaman dahulu serta kontribusinya terhadap perkembangan sains dan teknologi pada zaman sekarang, kontribusi tersebut antara lain dalam bidang kimia, biologi, astronomi, kedokteran, dan lain sebagainya. Hal ini sangat menginspirasi para santri SMA Trensains Tebuireng, sebab apa yang disampaikan sang ilmuwan tersebut senada dengan semangat pendirian Trensains. Menurut pengakuan Dina Rosalina (santri kelas XII-Sains 4) dan beberapa temannya saat diwawancarai oleh Trens Online bahwa acara tersebut begitu menginspirasi mereka, bahkan mereka berkeinginan untuk dapat mengikuti jejak para ilmuwan muslim masa lalu untuk dapat mengembangkan sains, dan tentunya dibagun dengan al Qur’an sebagai basis epistemologinya.

    Walaupun acara tersebut disampaikan dalam bahasa arab dan inggris, tidak membuat para santri malas. Mereka  banyak mengajukan pertanyaan seputar perkembangan sains, selain itu sebagian santri juga  dapat merespon dengan cepat pertanyaan yang diajukan oleh sang ilmuwan. Karena respon yang sangat cepat tersebut, membuat sang ilmuwan memberikan hadiah kepada beberapa santri sebagai ungkapan rasa bangga beliau kepada santri Trensains Tebuireng. Program kuliah umum merupakan program unggulan SMA Trensains Tebuireng yang dirancang empat kali dalam satu tahun dengan menghadirkan para ilmuwan, akademisi, dan guru besar baik dari dalam maupun luar negeri dengan tujuan untuk memberikan wawasan, motivasi, dan inspirasi bagi santri Trensains.(Abd/).

    ,


    PROFIL SMA TRENSAINS TEBUIRENG

    PROFIL 
    SMA TRENSAINS TEBUIRENG  (PESANTREN SAINS)
    Oleh: Ust. Abdul Ghofur
    A.     Profil
    SMA Trensains (Pesantren Sains) Tebuireng merupakan  salah satu unit pendidikan  di Pesantren Tebuireng yang didirikan  pada tahun 2014 oleh Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid  (Pengasuh Pesantren Tebuireng)  hasil kerja sama  dengan KH. Agus Purwanto, D.Sc   penggagas konsep Pesantren Sains (Trensains)  yang sekaligus ilmuwan di bidang fisika teoritik dari ITS Surabaya.
    Pesantren sains (Trensains) adalah sebuah konsep pesantren yang disintesakan dengan Sekolah Menengah Umum yang bertujuan untuk mengkaji sains kealaman secara mendalam, baik melalui pembelajaran,  penelitihan ilmiah maupun percobaan-percobaan ilmiah yang mengacu pada ayat-ayat kauniyah.
    Trensains (Pesantren Sains) adalah konsep sekolah yang tidak menggabungkan materi Pesantren dengan ilmu umum sebagaimana pesantren modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Al Qur'an,  Al Hadist , dan Sains kealaman (natural science) serta interaksinya. Poin terakhir, interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas Trensains yang tidak ada pada pesantren modern.
    SMA Trensains Tebuireng merupakan lembaga pendidikan yang mengimplementasikan  pemikiran (gagasan)  KH. Agus Purwanto, D.Sc   dalam wacana perkembangan islamisasi ilmu kontemporer dengan menempatkan ayat-ayat al Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan (epistemologi ilmu).  Sedangkan  pemgembangan kurikulum SMA Trensains diarahkan untuk memfasilitasi gagasan tersebut pada tataran  implementasi, serta diarahkan untuk mewujudkan amanat undang-undang sebagimana yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003.
    Tenaga pendidik SMA Trensains Tebuireng terdiri dari lulusan strata satu (S-1)  dan magister  (S-2) yang mayoritas berasal dari PTN (Perguruan Tinggi Negeri), semua tenaga pendidik tersebut mendapatkan bimbingan langsung dari  penggagas Trensains yaitu KH. Agus Purwanto, D.Sc Alumni Universitas Hirosima Jepang yang sekaligus ilmuwan bidang  Fisika Teoritik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sedangkan pada bidang pengembangan pembelajaran,  seluruh tenaga pendidik SMA Trensains Tebuireng  mendapatkan bimbingan langsung dari Konsultan Ahli bidang kurikulum  yaitu  Prof. Dr. H. Suyono, M.Pd.  dekan Fakultas MIPA Universitas Negeri Surabaya.

    B.     Tujuan
    Secara umum bahwa tujuan pelaksananaan pendidikan di SMA Trensains Tebuireng yaitu  meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri, serta para santri diharapkan dapat mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, namun secara lebih rinci SMA Trensains memiliki tujuan khusus sebagai berikut:
    1. Meningkatkan wawasan para santri  melalui pengkajian yang mendalam, penelitian ilmiah, dan percobaan-percobaan  ilmiah.
    2. Meningkatkan ketrampilan para santri dalam bidang bahasa, pemanfaatan ilmu fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sebagainya, dalam rangka memahami dan membuka rahasia-rahasia alam semesta.
    3. Meneguhkan sikap akan kemaharajaan Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya melalui pendekatan fisika, kimia, biologi dan ilmu pengetahuan lainnya, sehingga para santri  paham dengan benar bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia, seluruh makluk bermanfaat bagi yang lain dan merupakan sinergitas yang sangat harmonis dan padu.

    C.      Kurikulum
    Kurikulum SMA Trensains Tebuireng  yang selanjutnya disebut “kurikulum semesta” merupakan unifikasi dari kurikulum nasional, kurikulum muatan kearifan  pesantren sains (MKPS), dan kurikulum internasional (Cambridge Curriculum). Kurikulum Semesta merupakan kurikulum yang dikembangkan oleh tim pengembang kurikulum SMA Trensains Tebuireng bersama penggagas Trensains dan Tim pengembang kurikulum dari FMIPA UNESA.  Secara umum bahwa kurikulum semesta merupakan hasil adapt-adop dari ketiga kurikulum tersebut,  dimana kurikulum semesta menitikberatkan pada pemahaman al Qur’an pada setiap aktivitas pembelajarannya.
    Kompisisi mata pelajaran pada kurikulum semesta yang diterapkan di SMA Trensains terdiri dari dari tiga kelompok yaitu kelompok mata pelajaran utama, kelompok mata pelajaran tool of trensains, dan kelompok mata pelajaran additional  sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut ini:


    Gambar 1  Komposisis mata pelajaran pada kurikulum
    semesta SMA Trensains Tebuireng
    Mata pelajaran utama merupakan mata pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum nasional yang berlaku (sesuai peraturan perundang-undangan) yang diadaptasi dan diadopsikan dengan gagasan besar  konsep Trensains, sedangkan kelompok mata pelajaran tool of trensains  yang kemudian disebut mata pelajaran muatan pesantren sains (MPKPS) antara lain:
    a.       Al Qur’an dan Sains (ALS)  yang memuat tauhid asas sains, sains dan problem ketuhanan, agama dan sains, serta perbandingan sains islam dan sains barat.
    b.      Filsafat  sains
    c.       Astrofisika
    d.      ilmu falaq
    e.       Ulumul Qur’an dan hadist
    f.        Tafsir ayat-ayat kauniyah
    g.      bahasa arab
    h.      ushulul Fiqh
     Kelompok mata pelajaran additional merupakan kelompok mata pelajran CIE (Cambridge International Examination) yang akan distandarisasi melalui standar internasional dengan tujuan untuk menyelenggarakan pendidikan nasional berwawasan global. Adapun mata pelajaran pada kelompok ini yaitu:
    a.       Mathematics
    b.      Physics
    c.       Biology
    d.      Chemistry
    e.       English
    Komposisi mata pelajaran Kurikulum  Semesta sebagaimana diatas,  dirancang sedemikian rupa sehingga santri diharapkan mampu menguasai tool ilmu dasar seperti Bahasa Arab, Ulumul Qur’an, Ulumul Hadist, Filsafat dasar, dan kedepan dihapakan mampu menjembatani fungsi Trensains yaitu 1) menyiapkan tenaga peneliti ilmiah profesinal dengan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan, 2)  menyiapkan tenaga peneliti ilmiah professional sebagai wahana untuk mengungkap rahasia yang ada dalam ayat-ayat kauniyah, mengembangkan bidang penelitian ilmiah.

    D.     Profil Lulusan
    Profil lulusan Trensains tebuireng antara lain:
    1.       Fasih membaca Al Qur’an  dengan hafalan beberapa ayat-ayat pilihan (kauniyah),
    2.       Lancar berbicara dalam bahasa inggris dan memiliki skor TOEFL,
    3.       Lancar berbicara dan membaca Teks Arab,
    4.       Menguasai sains dan memahami interaksi antara agam dan sains.
    Selain itu SMA Trensains Tebuireng memproyeksikan para alumnusnya sebagai ilmuwan sains kealaman, teknolog, dan dokter yang mempunyai basis al Qur’an yang kokoh.

    , ,

    Lulusan Perdana SMA Trensains Tebuireng Berhasil Tembus PTN 

    Tebuireng.online—Tahun ajaran 2016/2017, SMA Trensains perdana meluluskan para peserta didiknya. SMA Trensains yang meluluskan sejumlah 98 siswa-siswinya ini berhasil menduduki peringkat III Ujian Nasional (UN) se-Jombang. Sekolah yang berada di naungan Pesantren Tebuireng dan baru berusia tiga tahun ini pun mampu menghantarkan para putra-putrinya memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

    Daftar lulusan SMA Trensains Tebuireng yang diterima di Perguruan Tinggi unggulan.

    Dari jumlah siswa yang menjadi alumni, ada 38 siswa yang masuk di beberapa universitas Negeri di Indonesia. Sebut saja Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bandung (IPB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Jember (Unej), Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Univesitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Maliki Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Gunungjati Bandung, dan Politeknik Negeri.
    Selain itu juga ada yang masuk di perguruan swasta, seperti Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), Universitas Hang Tuah, dan Universitas Telkom. Berdasarkan data yang diterima dapat disimpulkan bahwa daya serap ke PTN sejumlah 42 persen dan daya serap ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) adalah 4 persen. Adapun jalur yang dipilih oleh para siswa untuk masuk perguruan Tinggi mayoritas melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau Ujian Masuk Perguran Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN).
    Dalam mempersiapkan hal itu semua, pihak sekolah menyusun program unggulan. Program unggulan itu meliputi adanya Program Intensif Terstruktur (PIT) dan Program Intensif Semester (PIS). “PIT ini merupakan program yang dirancang khusus untuk persiapan SBMPTN dan ujian tulis lain,” tutur Waka Kurikulum Abdul Ghofur saat diwawancarai. “PIT yang merupakan program bimbingan intensif ini dilaksanakan selama 23 hari dengan dilengkapi pola klinik untuk membimbing para santri sangat lemah. Selain itu, program ini juga dirancang struktur konsis (konsultasi siswa-red) secara berkala dan rangkaian try out,” tambahnya.
    Persiapan yang dilakukan tidaklah hanya dari segi dhohir-nya saja, namun pihak sekolah juga selalu memotivasi para santri. Pihak sekolah secara intensif melalui kultum setelah shalat Duha memotivasi para santrinya dengan mengingatkan tujuan awal dan misi dari TRENSAINS. Pihak sekolah juga selalu mengingatkan bahwa merekalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan para guru untuk membangun sains yang benar. Penyadaran-penyadaran itu dilakukan dalam program tahajud fisika pada waktu tertentu. Dengan masuk PTN/PTA merupakan pintu awal mereka dalam melanjutkan perjuangan para gurunya.
    Pihak sekolah tentunya bersyukur atas prestasi itu, meskipun pada tahun ini hanya bisa masuk PTN melalui satu jalur, yaitu tes tertulis.

    , ,


    Lowongan Kerja di Pesantren Tebuireng 2017
    Lowongan Kerja di Pesantren Tebuireng 2017

    Assalamualaikum. Wr.Wb.
    Informasi dibutuhkan beberapa guru untuk mengajar di SMA TRENSAINS TEBUIRENG pada bidang studi:
    1. Fisika.
    2. Kimia.
    3. Matematika.
    4. Bahasa Indonesia.
    Bagi  yang berminat silahkan mengirimkan lamaran ke Kantor SMA Trensains  alamat: Jl. Raya Jombang-Pare KM. 19 Ngoro Jombang
    Untuk informasi profil SMA Trensains Bapak/Ibu dapat mengakses website sekolah: www.smatrensains.sch.id
    mohon di infokan kepada yang lainnya.
    Berkas lamaran terakhir tanggal 15 Juli 2017, Dengan melampirkan:
    1. surat lamaran
    2. curiculum vitae
    3. legalisir ijazah terahir
    3. KTP
    4. dan sertifikat lainnya.
    Terima kasih

    contact person:
    - Ustdz. Rofik (WA:085854467893)
    - Abdul Ghofur (WA:085730555995)

    ,

    1. Mengenal Tebuireng.
      Image result for TEBUIRENG 4 AL-ISHLAH KUALA GADING BATANG CENAKU INDRAGIRI HULU RIAU
      tebuireng 4
    Pesantren Tebuireng didirikan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari pada tahun 1989 M di dusun Tebuireng Desa Cukir Kecamatan Diwek Jombang. Letaknya 8 KM di selatan kota Jombang, tepat berada di tepi jalan jurusan Jombang-Kediri. Menurut cerita masyarakat setempat nama tebuireng berasal dari “kebo ireng” (kerbau hitam). Konon, ketika itu ada seorang penduduk yang memiliki kerbau berkulit kuning. Suatu hari kerbau itu menghilang. Setelah ditemukan dalam keadaan hampir mati karena terperosok di rawa-rawa yang banyak dihuni lintah. Sekujur tubuhnya penuh lintah, sehingga kerbau kuning berubah menjadi hitam. Peristiwa mengejutkan ini menyebabkan pemilik kerbau berteriak “kebo ireng….! Kebo ireng….! “ sejak itulah dusun tempat ditemukannya kerbau itu dikenal dengan nama “kebo ireng”.
    Namun pada perkembangan selanjutnya, ketika dusun itu mulai ramai, nama “kebo ireng” berubah menjadi “Tebuireng” tidak diketahui secara pasti apakah itu ada kaitannya dengan munculnya pabrik gula di selatan dusun itu yang mendorong masyarakat untuk menanam tebu sebagai bahan baku gula, yang mungkin tebu yang ditanam berwarna hitam, maka pada akhirnya dusun tersebut berubah menjadi “ Tebuireng” .
    Dusun Tebuireng dulu dikenal sebagai sarang perjudian, perampokan, pencurian dan pelacuran. Awal mula KH. Hasyim Asy’ari mendirikan pesantren dipusatkan di sebuah bangunan kecil yang terdiri dari dua buah ruangan kecil dari anyaman bambu (gedek), bekas sebuah warung pelacuran yang luasnya 6×8 M, yang beliau beli dari seorang dalang terkenal. Meski awal berdirinya penuh dengan terror akhirnya dengan penuh kegigihan beliau Pesantren Tebuireng masih bisa berdiri sampai sekarang dan terus berkembang serta menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia.
    Setelah dalam masa kepengasuhan KH. Salahuddin Wahid (Pengasuh Pesantren Tebureng ke-7) Pesantren Tebuireng semakin berkembang pesat dan sudah membuka cabang di luar jawa. Pembukaan cabang Tebuireng di luar jawa semata-mata tidak hanya dibina oleh yayasan Hasyim Asy’ari tapi juga menggandeng masyarakat setempat. Misalnya di Tebuireng 3 menggandeng yayasan Hajarunnajah dan di Tebuireng 4 bekerjasama dengan Yayasan Al-Ishlah Kuala Gading.
    1. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Tebuireng 4.

    Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah mempuyai sejarah tersendiri dari pada cabang-cabang yang lainnya. Setelah berdiri Pondok Pesantren Tebuireng 3 Hajarun Najah yang terletak di Desa Petalongan Kec Keritang Indagiri Hilir Riau pada tahun 2013. Kini selang satu tahun yakni pada tahun 2014 juga telah berdiri Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah yang terletak di Desa Kuala Gading Kec Batang Cenaku Indragiri Hulu Riau. Yang diasuh oleh KH. MAs’ud Hasan Bisri. Sehingga pesantren Tebuireng 4 ini merupakan lembaga pendidikan kerjasama antara 2 yayasan yaitu “Yayasan Hasyim Asy’ari dan Yayasan Al-Ishlah Kuala Gading”.
    Embrio kelahiran Pondok Pesantren Tebureng 4 Al-Ishlah ini juga tak lepas dari sejarah Pesantren Tebuireng 3. Awalnya saat acara peresmian di Pesantren Tebuireng 3 ada seorang Kiai yang juga menginginkan menjadi cabang Tebuireng, namun keinginan itu tak begitu direspon oleh Pengasuh Tebuireng 3 KH. Mas’ud Hasan Bisri. Karena menurut beliau keinginannya tidak begitu serius. Disamping itu juga banyak sekali yayasan atau desa yang mengiginkan menjadi tempat cabang Tebuireng yang ke-4. Dan hingga akhirnya Desa Kuala Gading yang bisa menjadikan cabang Tebuireng ke-4.
    Keberadaan cabang Tebuireng ke-4 di Desa Kuala Gading ini bermula dari cita-cita H. Sobirin yang pada waktu itu menjadi salah satu pemuka agama di Desa Kuala Gading. Beliau menginginkan membuat pesantren, namun beliau berfikiran tidak mungkin karena mengingat umurnya yang sudah tua dan anak-anaknya yang masih kecil dan semuanya tidak ada yang laki-laki.  Toh kalau mempunyai pesantren sendiri tidak ada generasi penerusnya.
    Namun cita-cita beliau itu terdengar oleh Ust. Arwani yakni salah satu guru ngaji di Desa Kuala Gading. Setelah mendengar cita-cita H. Sobirin sedemikian itu, akhirnya Ust. Arwani mengutarakan cita-cita H. Sobirin kepada sepupunya di Tembilahan yaitu Ust. Subhan. Karena pada saat itu Ust. Subhan adalah salah satu orang yang dekat dengan pengasuh Tebuireng 3 KH. Mas’ud Hasan Bisri. Sehingga nantinya Kiai Mas’ud bisa menyampaikan ke Jombang.
    Setelah Kiai Masud dan Ust. Subhan mendengar kabar tersebut keduanya tak lupa mensurvei lokasi yang akan dijadikan pondok pesantren, lantas setelah melihat lokasi yang luas dan cocok akhirnya disepakati bahwa Desa Kuala Gading akan menjadi calon lokasi cabang Tebuireng yang ke-4. Disamping itu kepala desa kuala gading juga menyetujui kalau desanya didirikan pesantren bahkan pihak desa  memberikan lahan desa seluas 2 hektar untuk lahan pembangunan pondok pesantren.
    Melihat komitmet masyarakat dan pemerintahan desa Kuala Gading untuk mendirikan pesantren akhirnya Tebuireng pusat menyetujuinya yang sebelumnya telah disurve oleh Rektor Ma’had Aly Hasyim Asy’ari H. Nur Hannan, L.c serta Pengurus yayasan hasyim Asy’ari Gus Toha. Bahkan KH. Salahuddin Wahid juga ikut mensurve lokasi pada tanggal 6 Mei 2014. Dan ternyata dalam kunjungan Gus Solah kali ini sangat disambut baik oleh masyarakat maupun pemerintahan. Sebagai bukti Bupati Indaragiri Hulu H. Yopi Arianto, SE beserta jajaran staf pemerintahan Indragiri Hulu menyambut baik kedatangan Gus Sholah dan sangat berharap nantinya Desa Kuala Gading menjadi kota santri.
    Dengan adanya proses yang panjang tersebut akhirnya mencapai kata kesepakatan antara yayasan hasyim asy’ari Jombang dengan Desa Kuala Gading untuk membangun cabang tebuireng ke-4 di Kuala Gading. Dan untuk mempercepat pembangunan agar di tahun 2014 sudah bisa membuka pendaftaran santri baru akhirnya Kepala Desa Kuala Gading Bpk. Wahyu Diantoro membuat program berhenti merokok satu hari dalam satu bulan yang dimana uang rokok nantinya bisa digunakan untuk membangun pesantren. Setelah program itu disosialisasikan akhirnya masyarakat menyetujuinya dan mencapai kesepakatan masyarakat untuk berhenti merokok 1 hari dalam satu bulan selama 4 tahun, sehingga harga 1 bungkus rokok Rp 13.000,-  dikali jumlah KK di Desa Kuala Gading terkumpul uang Rp. 300.000.000,-.
    Melihat dana yang masih kurang, karena pada waktu itu lahan masih berupa kebun sawit dan masih berupa bukit sehingga masih banyak biaya untuk membangun pondok pesantren. Maka pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu juga ikut memberikan suntikan dana agar pembangunan Pondok Pesantren Tebuireng 4 ini cepat selesai dan bisa ditempati santri.
    Setelah pendaftaran dibuka, tercatat ada 45 santri yang terdiri dari 20santri putri dan 25 santri putra. Informasi pendaftaran hanya dilakukan dari mulut-ke mulut saja sehingga rata-rata santri hanya dari Desa Kuala Gading dan rumahnya tidak jauh dari Pondok Pesantren dan hanya 1 santri yang terjauh yaitu dari Medan. Namun meski rumah mereka dekat semuanya diwajibkan mukim di asrama dan tidak diperbolehkan.
    Santri masuk pertama kali pada tanggal 22 Juni 2014 dan saat itu hanya ditangani oleh Ust. Subhan yang sudah datang sebelumnya, sedangkan tenaga pengajar dari Tebuireng pusat datang pada tanggal 24 Juni 2014. Meski kegiatan belajar mengajar sudah dimulai keberadaan pondok pesantren tebuireng 4 belum diresmikan secara resmi. Dan akhirnya diresmikan secara resmi oleh KH.Salahuddin Wahid pada hari Rabu, 20 Agustus 2014. Dalam peresmian juga turut hadir Bupati Indragiri Hulu yang dalam sambutannya berharap 10 tahun kedepan Desa Kuala Gading dihuni ribuan santri dan bisa menjadi kota santri.
    RUMUSAN VISI, MISI, DAN TUJUAN PESANTREN TEBUIRENG 4
    Visi
    Mencetak insan religius yang cerdas, berakhlak mulia, berbudaya, mandiri dan kompetitif
    Misi
    1. Mendidik santri agar memiliki kemantapan akidah dan syari’ah islam, kedalaman spiritual, keluasan ilmu dan keterampilan serta keluhuran budi pekerti.
    2. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesenian yang bernafaskan islami.
    3. Memberikan pelayanan terbaik dan keteladanan atas dasar nilai-nilai Islam yang inklusif dan humanis.
    4. Mengembangkan manajemen pesantren terpadu di level nasional maupun internasional.
    5. Mengembangkan kemitraan dengan institusi lain baik regional maupun internasional.
    Maksud dan Tujuan
    Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah  mempunyai maksud dan tujuan :
    1. Mencerdaskan kehidupan bermasyarakat melalui pembinaan dan pendidikan keterpaduan .
    2. Mendidik dan membina masyarakat untuk menjadi manusia yang beriman – taqwa, berbudi pekerti luhur dengan berbekal keterampilan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu mengemban amanat dan kewajibannya dalam menjalankan ajaran agama untuk kepentingan membangun kepribadian diri, masyarakat, bangsa dan negara dengan berpegang teguh pada nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah.
    Ciri Khas Pondok Pesantren Tebuireng 4  Al-Ishlah Kuala Gading :
    1. Mempertahankan tradisi salaf yakni perilaku pesantren tradisional yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan akhlak alkarimah serta memperkuat wawasan kebangsaan dan nasionalisme.
    2. Misi da’wahnya ‘amar makruf nahi ‘anil munkar’, Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah berusaha cerdas menyikapi kebutuhan masyarakat demi memenuhi tuntutan zaman. Sehingga Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah merespon keinginan tersebut melalui jalur pendidikan umum yang untuk pertama ini akan dibuka SMPIT Al-Ishlah, dengan demikian diharapkan Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah mampu merajut kepentingan duniawi dan ukhrowi untuk menyatukan dua unsur dasar “jasad dan ruh” sebagai bentuk modifikasi model salaf yang modern tetapi tetap dalam koridor pesantren yang menjunjung nilai-nilai akhlakul karimah. Metode salafiyah diterapkan dengan mengkaji kitab-kitab kuning, sedangkan metode modern dengan menyelenggarakan pendidikan berdasarkan kurikulum Kemendikbud sesuai prinsip Al-Muhafadloh ‘ala al-Qodim al-Sholih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al- Ashlah ( mempertahankan tata kehidupan lama yang baik dan mengambil metode baru yang inovatif, lebih berdaya guna).
    1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran secara optimal dengan menerapkan pola keterpaduan yang utuh dalam kesatuan iptek dan imtaq, fikir dan dzikir, intelektual dan moral berwujudkan kebersamaan antara pesantren dengan pendidikan formal. Penyelenggaraan sekolah formal menopang tujuan pesantren, sementara pesantren dengan sistem pendidikan salafinya mendukung keberhasilan pendidikan formal.
    2. Membudayakan Bilingual English – Arabic sebagai bahasa pengantar dan komunikasi santri.


    1. Program Pendidikan.
    Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah merupakan salah satu pesantren salaf yang berada di Riau yang diasuh oleh KH. Mas’ud Hasan Bisri dan resmi dibuka menjadi cabang ke-4 pada tanggal 20 Agustus 2014. Tenaga pengajar sebagian dikirim dari Pesantren Tebuireng Jombang. Dan untuk membekali para santri ilmu agama dan umum maka Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah menyelenggarakan pendidikan formal yang mengacu pada kurikulum nasional dan pendidikan non formal yang mengacu pada kurikulum pesantren salaf. Dengan rincian program pendidikan sebagai berikut :

    1. SMPIT Tebuireng 4 Al-Ishlah
    SMPIT Tebuireng 4 Al-Ishlah adalah sekolah formal dengan masa pendidikan selama 3 tahun yang berada di bawah tanggung jawab “Yayasan Al-Ishlah Kuala Gading” . Sekolah ini bernaung di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional yang memberikan mata pelajaran lebih di bidang keagamaan dan ketrampilan siswa tanpa mengurangi pencapaian target kurikulum yang telah ditentukan oleh  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional” . Setelah selesai menempuh pendidikan di SMPIT Tebuireng 4 Al-Ishlah siswa akan mendapatkan ijazah resmi dari Diknas.

    1. Salaf
    Pragram salaf ini bertujuan untuk menampung santri yang hanya menginginkan mondok saja tanpa sekolah formal. Program ini dibuka untuk semua lulusan baik itu SD, SMP maupun SMA. Dan tentunya lulusan program salaf ini nantinya mempunyai keunggulan yang lebih dalam mendalami kitab kuning karena hanya fokus belajar kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan. Selain itu program ini juga bertujuan untuk mengembalikan ruh Tebuireng yang telah didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari yang awal berdirinya hanya membuka program salaf.

    1. Madrasah Diniyah
    Pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin maka seluruh santri Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah baik yang sekolah SMPIT maupun salaf diwajibkan untuk mengikuti pelajaran diniyah pada sore hari. Mata pelajaran Diniyah mengkaji kitab-kitab kuning karya ulama salaf. Pesantren Tebuireng 4 memilih memakai kitab kuning guna untuk menjaga tradisi ulama terdahulu serta  agar nantinya para santri memiliki sifat saleh (Akhlak al-karimah) dan kepakaran (al-ulumu al-nafi’ah) yang berhaluan Ahli sunnah wal jama’ah. Sistem pengajaran kitab kuning di Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah menggunakan metode sorogan dan bandongan. Dalam metode tersebut ustadz memberikan pemahaman perkata atau kalimat dengan menggunakan makna utawi, iki iku serta memberikan penjelasan kedudukan kalimat (tarkib) dengan tujuan agar santri mampu mengkomunikasikan makna tulis secara tertulis serta merumuskan pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam teks. Adapun mata pelajaran diniyah meliputi : Tajwid, Fasohah, Imla’, Ubudiyan, Nahwu, Sorof, Hadits, Fiqih, Tauhid, Akhlak serta Sejarah Islam.

    1. Jumlah Santri dan Pengajar Sekarang.

    1. Jumlah Santri

    Program Laki-lakiPerempuanJumlah
    SMPIT7456130
    SALAF166
    Jumlah Seluruh Santri136


    1. Jumlah Guru/Pengajar

    Tenaga Pengajar di Pesantren Tebuireng 4 terdiri dari pengajar yang dikirim dari pesantren tebuireng pusat dan pengajar yang diambil dari masyarakat setempat. Dengan rincian sebagai berikut :

    NoNamaTTLPelajaranKeterangan
    1Parman, S.PdGarut, 2 Juni 1972MatematikaSMPIT
    2SubhanPengalihan, 7 Agustus 1971BMK, Nahwu, AkhlaqSMPIT & Pondok
    3Achmad Qosim, SA. S.Pd.IKendal, 6 Januari 1988Khot, Agama, TIK, TauhidSMPIT & Pondok
    4Seprizal, SA. S.Pd.ITegal, 6 Februari 1990Bahasa Inggris, Bahasa Arab, SorofSMPIT & Pondok
    5Mujib Kodar, SA. S.Pd.IMadiun, 23 Mei 1987IPS, Seni Budaya, Sejarah IslamSMPIT & Pondok
    6Muh. Ali Fauzi, SAGrobogan, 13 Nopember 1985PPKN, HaditsSMPIT & Pondok
    7SudibyoPurworejo, 18 Februari 1972Al-Qur’anPondok
    8Kristina, SPKembang Harum, 16 Agustus 1984IPASMPIT
    9Asrinda Mulyanti, S.PdKarangawen, 29 Januari 1989MatematikaSMPIT
    10Sukasno, A.Ma.PdKulon Progo, 26 Mei 1953Penjaskes, PramukaSMPIT
    11Laura Fitri Inderasari, S.PdKuala Gading, 9 April 1991Bahasa IndonesiaSMPIT
    12Muhamad Tajudin, S.Pd.ISungai Ambat, 13 April 1988Fiqih, PramukaSMPIT & Pondok
    13Juhardi, S.Pd.IPulau Bayur, 5 Oktober 1981Ekstrakurikuler QiroahPondok
    14ArwaniMadiun, 29 September 1981Tajwid, FiqihPondok
    15SaifuddinMadiun, 2 April 1984Imla’Pondok
    16MuryatiMagetan, 27 Desember 1989TajwidPondok
    17Arina Muti’ahPengalihan, 4 Juni 1988Al-Qur’anPondok

    1. Keadaan Bangunan Sekarang.

    NoBangunanJumlahKondisi
    1Masjid1Baik
    2
    Ruang Kelas5Baik
    3Tahap Pembangunan
    3Asrama2Baik
    2Tahap Pembangunan
    4Rumah Ustadz/ Guru3Baik
    5Ruang Tamu1Baik
    6Kantor1Baik
    7Koperasi1Baik
    8MCK10Baik
    9MCK Guru2Baik
    10Dapur dan Ruang Makan1Baik

    Jadwal Kegiatan Santri :
    NoWaktuKegiatan
       
    104.00 – 04.45Mandi, Shalat Tahajud dan Persiapan Sholat subuh
    204.45 – 05.20Sholat Subuh Berjamaah
    305.20 – 06.10Fasohah Al-Qur’an
    406.00 –06.45Sarapan Pagi dan Persiapan Berangkat Sekolah
    506.45 –07.15Sholat Dhuha Berjamaah di Masjid
    607.15 – 12.15Kegiatan Belajar Mengajar SMPIT
    712.15 – 12.45Sholat Dzuhur Berjamaah
    812.45 – 13.50Makan Siang dan Istirahat
    913.30 – 15.30Kegiatan Belajar Mengajar Madrasah Diniyah
    1015.45 – 16.15Sholat Asar Berjamaah
    1116.15 – 17.45Istirahat dan Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Hari Tertentu
    1217.45 – 18.15Makan Sore dan Persiapan Jamaah Sholat Maghrib
    1318.15 – 18.45Sholat Maghrib Berjamaah
    1418.45 – 19.30Sorogan Al-Qur’an
    1519.30 – 20.00Sholat Isyak Berjamaah
    1620.00 – 21.00Kegiatan malam (Syawir, Bandongan, Ubudiyah)
    1721.00 – 22.00Jam Belajar (Muthola’ah)
    1822.00 – 04.00Istirahat (Tidur)


Top